Minggu, 30 Desember 2018
Neuer Geist, Penghujung Tahun 2018.
Minggu, 30 Desember 2018
Yash, hari Minggu. Weekend telah tiba. Apalagi, sekarang merupakan penghujung dari tahun 2018. Dimana orang-orang berlalu lalang beserta sanak saudara dan keluarga besarnya untuk menyempatkan diri pergi ke suatu tempat hiburan untuk berlibur akhir pekan. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ditahun ini masa liburan sekolah berakhir diawal Januari 2019, yang euforia berkumpul keluarga bersama sanak saudara dan juga keluarga terpotong waktunya.
Dan saat ini, gue sebagai mahasiswa, yang notabene berbeda jadwal liburannya dengan adek-adek gue, cuma menghirup udara kampus yang begitu riuh dan pusing karena masih saja menghadapi UAS (Ujian Akhir Semester), dimana yang lainnya sudah berkumpul duluan, dan gue disini --dirumah-- cuma sendiri. Ya, mamah dan bapak gue pergi ke rumah nenek, yang kebetulan tadi malam merupakan acara 40 Harian peringatan almarhumah nenek. Dan gue gak bisa ikut --Karena masih menghadapi tugas-tugas akhir dan UAS--. Sekarang gue duduk di bangku perkuliahan yang beranjak dari semester 3 menuju 4. Bener-bener gak kerasa banget, udah gue laluin dengan hiruk pikuk kehidupan perkuliahan selama 1,5 tahun! Ya, bentar lagi gue wisuda! Iyaaa, 2,5 tahun lagi maksudnya😂. Balik lagi ke cerita, gue ditinggal sendirian kan tuh dirumah, akhirnya pergilah ke rumah nenek yang masih sedaerah sama gue. Disana, gue bukan hanya bersama dengan nenek, tapi sepupu-sepupu juga ikut kumpul. Gue gak bener-bener sendiri, Haha. Pagi ini, masih dengan rutinitas seperti biasanya, semalem gue tidur yang enggak terlalu pagi tapi gak terlalu malem juga, sekitar jam 10 malem, dan bangun jam 5. Terus gue diajak sama paman dan bibi buat refreshing, lari pagi gitu ke sebuah tempat di Bandung. Dan tanpa basa basi lagi gue jawab 'ya, ikut'. Oke, katanya siap-siap. Berangkatlah kita ber-6, paman, bibi, 2 sepupu, anak tetangga paman temen sepupu dan gue.
Perjalanan menyita waktu sekitar 15 menit dengan ditempuh oleh mobil. Jalanan yang biasanya macet karena banyaknya kendaraan yang berlalu lalang kini hanya tinggal beberapa. Terbukti, bahwa Bandung merupakan tempat yang strategis untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah, tempat mencari ilmu, tempat mencari hiburan karena angka urbanisasinya lumayan tinggi. Tibalah gue dan sodara di tempat tersebut dan sudah menjadi tradisi masa kini, selfie dan we-fie diberbagai sudut tempat. Tak lupa untuk memasang senyum terbaiknya untuk terlihat bagus didalam foto, sesudah itu upload diberbagai media sosial untuk menyampaikan pada khalayak teman-teman medsos bahwa kita sedang berada di suatu tempat. Yaaaaa, hal itu menjadi --sangat-- lumrah kini, memang dimanapun dan kapanpun itu, kita harus mengabadikan karena itu merupakan momentum yang tidak berlangsung dua kali. Tapi dengan tradisi ini, terkadang kita sebagai manusia terlalu sibuk untuk 'memamerkan' segala aktivitas kita supaya terlihat gak kupik (kurang piknik) 😂. Ya sudahlah, mungkin pemikiran tersebut memang sudah sulit untuk diubah, tapi seharusnya kita menjadi masyarakat teknologi dan informasi yang smart, memanfaatkannya untuk berbagai keperluan ilmu pengetahuan dan informasi lainnya, bukan hanya menjadi ajang pamer teknologi, merasa paling canggih dan lain sebagainya. Ya sudahlah. HM.
Disana gue temuin banyak orang dari berbagai penjuru daerah Bandung, Yang niatan paling pertama pergi ketempat ini adalah lari pagi, gue dan sodara sarapan dulu, katanya takut lapar, haha. Ya udah, gue nurut aja, apalagi emang gue lapar. Udah makan gue langsung dah tuh ikutan senam sama ibu-ibu --Yang sejak gue makan, udah ngumpul dan siap-siap baris kayak gitu, buat nunggu instrukturnya--. Gue udah lama gak olahraga, yang biasanya senam dan aerobik gue lakuin tiap malem karena terobsesi pengen badan kurus, ceileh. Padahal gue gak kurus-kurus dah, tapi lumayan lah muka berasa rada-rada glowing gitu, iya keringetan haha. Pas senam, karena sepupu-sepupu gue pada gak mau dan mereka cuma duduk di pinggiran sambil liatin yang lainnya, mereka nyamperin dan bilang 'ayok, keburu siang'. Senam gue laluin tanpa pemanasan dan pendinginan 🤣. Alhasil badan gue berasa ringsek banget. Ditambah, sesudah senam ini gue dan sodara lanjutin buat liat-liat barang disini. Ya, selain tempat untuk berolahraga, disini juga masyarakat yang aktif berdagang berbondong-bondong untuk beradu untung satu sama lain. Mulai dari makanan, pakaian, obat herbal, mainan anak, ada yang mengecat seluruh badannya menjadi warna silver dan berpura-pura menjadi patung, ada juga mahasiswa yang juga ikut meramaikan untuk menambah-nambah uang jajan mereka, apalagi ini akhir bulan.
Yang gue liat disini, masih banyak banget orang yang mau berusaha, gak males-malesan hidupnya. Cari uang itu gak gampang, apalagi mereka harus panas-panasan, capek, pegel, pokoknya kek tiba-tiba penyakit badan muncul semua, tapi mereka hadapi dengan semangat, untuk menghidupi dan membahagiakan keluarga nya. Dan gue jadi mikir orang tua gue, yang mereka gak ada capek-capeknya buat usaha sana-sini buat keluarganya tapi gue sebagai anak masih aja leha-leha dan belum nentuin bakal gimana kedepannya. Hikmahnya gue lebih menghargai usaha-usaha orang ini sih dan lebih bersyukur lagi dalam hidup, gue juga jadi malu sama diri gue yang belum ada perubahan dan hasil karya yang bisa gue tunjukkin sebagai wujud eksistensi gue sebagai manusia dan anak dari orang tua gue.
Semangat untuk memperbaiki masa depan!
See u next time.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hujan Bagiku...
Hujan adalah suatu anugerah dari sang maha kuasa. hujan merupakan sesuatu yang tak pernah orang lupa akannya, dan memiliki arti dan pesan te...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar